<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ruang Kelas Suyono</title>
	<atom:link href="http://www.ruangkelassuyono.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ruangkelassuyono.com</link>
	<description>Informasi, Pengetahuan dan Pembelajaran Seni Rupa di Kelas</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2010 23:04:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://www.ruangkelassuyono.com</link>
<url>http://www.ruangkelassuyono.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-26.ico</url>
<title>Ruang Kelas Suyono</title>
</image>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Siswa Berkarya Seni Rupa Murni (Seni Lukis)</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-murni/siswa-berkarya-seni-rupa-murni-seni-lukis/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-murni/siswa-berkarya-seni-rupa-murni-seni-lukis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 15:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Rupa Murni]]></category>
		<category><![CDATA[lukisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Mengekspresikan pikiran dan atau perasaan melalui sebuah lukisan atau gambar adalah sangat mungkin. Seorang seniman apakah ia pelukis, pematung maupun pegrafis sejati tidak lepas dari aktifitas ini, mereka senantiasa mengekspresikan ide-ide mereka ke dalam sebuah karya. Mereka mencari ide dan bentuk baru untuk karya mereka, sebagai konsekuensi tuntutan kreatifitas. Tujuan utama berkaryanya semata-mata untuk ekspresi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_229" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2010/01/DSCN9728.jpg"><img class="size-full wp-image-229" title="Lukisan Karya Siswa" src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2010/01/DSCN9728.jpg" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Lukisan Karya Siswa</p></div>
<p>Mengekspresikan pikiran dan atau perasaan melalui sebuah <a href="http://ruangkelassuyono.com/seni-rupa-murni/lukisan-cat-minyak/" target="_self">lukisan</a> atau gambar adalah sangat mungkin. Seorang seniman apakah ia pelukis, pematung maupun pegrafis sejati tidak lepas dari aktifitas ini, mereka senantiasa mengekspresikan ide-ide mereka ke dalam sebuah karya. Mereka mencari ide dan bentuk baru untuk karya mereka, sebagai konsekuensi tuntutan kreatifitas. Tujuan utama berkaryanya semata-mata untuk ekspresi dan estetika yang mereka perjuangkan, jadi ketika berkarya seniman tidak dibebani oleh tuntutan/keharusan apakah karya yang sedang dibuat itu akan disenangi orang atau tidak&#8230;. akan laku atau tidak&#8230;. Dengan kata lain ketulusan dan kemurnian hati melandasi ekspresi mereka.</p>
<p>Dalam tataran klasifikasi seni rupa, aktifitas seniman tersebut dibingkai dalam frame yang disebut <a href="http://ruangkelassuyono.com/seni-rupa-murni/seni-rupa-murni/" target="_self">”seni rupa murni”</a>.</p>
<p>Lantas, apa hubungan semua itu dengan pembelajaran seni rupa di kelas?<span id="more-225"></span> Nah, di sini saya ingin berbagi tentang proses pembelajaran seni rupa murni (seni lukis) di SMP tempat saya mengajar.</p>
<p>Dalam pembelajaran ini saya membaginya dalam beberapa tahap. Tahap pertama, penjelasan tentang konsep seni rupa murni (penekanan pada seni lukis). Tahap kedua, siswa menentukan tema/topik yang akan diangkat ke dalam lukisan yang akan mereka buat, dalam hal ini siswa di arahkan untuk menggali tema-tema lingkungan hidup, ini saya lakukan sebagai upaya mengkaitkan pembelajaran seni rupa dengan pendidikan lingkungan hidup. Tahap berikutnya adalah menyusun konsep penciptaan lukisan secara tertulis. Konsep penciptaan ini ditulis dalam sistematika penulisan sederhana, yang terbagi dalam beberapa bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian konsep penciptaan dan bagian penutup. Tahap penulisan konsep penciptaan ini dilakukan pertahap dan melalui proses pembimbingan per kelompok, ini saya lakukan supaya siswa benar-benar paham dengan apa yang akan mereka sampaikan lewat sebuah lukisan. Setelah konsep penciptaan selesai, tibalah saatnya untuk berekspresi&#8230;. yaitu tahap pembuatan lukisan atau berkarya.</p>
<p>Karena konsep penciptaan sudah disusun terdahulu, maka siswa tidak terlalu mengalami kesulitan dalam hal-hal teknis, seperti penentuan bahan, alat, teknik serta subjek matter lukisan. Dalam berkarya, saya membebaskan siswa dalam berekspresi dan menentukan bentuk-bentuk mereka sendiri. Satu hal yang sering saya tekankan adalah bahwa tidak ada satu siswapun yang tidak berbakat, semua siswa adalah berbakat. Tinggal apakah mereka memiliki keberanian atau tidak untuk mengekspresikannya.</p>
<p>Kesimpulan yang dapat saya ambil dari proses pembelajaran ini antara lain, pertama siswa merasa lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka, karena mereka sedari awal berperan aktif dalam menentukan arah karya seni lukis yang akan dibuat. Dengan adanya kebebasan dalam membuat bentuk, siswa lebih percaya diri mengekspresikan ide-ide mereka.</p>
<p>Bagaimana menurut rekan sekalian&#8230;.</p>
<p>Salam Hangat,<br />
<a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border: 0 !important; background: transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/85756/yons/f557160c96a8be130b8b2cdc7bf4959c.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-murni/siswa-berkarya-seni-rupa-murni-seni-lukis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Gus&#8230;</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/opiniku/selamat-jalan-gus/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/opiniku/selamat-jalan-gus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 08:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opiniku]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Guru Bangsa, Presiden Republik Indonesia ke 4
Semoga amal ibadahnya melempangkan jalannya ke tempat yang
terbaik di sisi-Nya.
Amin.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_222" class="wp-caption aligncenter" style="width: 125px"><a href="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2010/01/gus-dur1.jpg"><img class="size-full wp-image-222" title="Gus Dur" src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2010/01/gus-dur1.jpg" alt="" width="115" height="146" /></a><p class="wp-caption-text">Gus Dur</p></div>
<p style="text-align: center;">Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya</p>
<p style="text-align: center;"><strong>KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)</strong></p>
<p style="text-align: center;">Guru Bangsa, Presiden Republik Indonesia ke 4</p>
<p style="text-align: center;">Semoga amal ibadahnya melempangkan jalannya ke tempat yang</p>
<p style="text-align: center;">terbaik di sisi-Nya.</p>
<p style="text-align: center;">Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/opiniku/selamat-jalan-gus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siswa Merancang Motif Batik</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/menggambar/siswa-merancang-motif-batik/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/menggambar/siswa-merancang-motif-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 18:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menggambar]]></category>
		<category><![CDATA[merancang]]></category>
		<category><![CDATA[motif batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Rekan sekalian, satu bulan lebih berlalu semenjak postingan terakhir di blog ini. Cukup lama untuk ukuran sebuah blog yang mestinya harus selalu diupdate. Maklum, masih harus terus menyesuaikan diri dengan rutinitas ngeblog yang baik disamping rutinitas offline wajib dilakoni, dan yang jelas masih harus banyak belajar nulis yang baik, hehe&#8230;.  Oke, postingan kali ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_203" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-full wp-image-203" title="Motif Batik Karya Siswa " src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2009/12/DSCN9501.JPG" alt="Motif Batik Karya Siswa " width="150" height="99" /><p class="wp-caption-text">Motif Batik Karya Siswa </p></div>
<p>Rekan sekalian, satu bulan lebih berlalu semenjak postingan terakhir di blog ini. Cukup lama untuk ukuran sebuah blog yang mestinya harus selalu diupdate. Maklum, masih harus terus menyesuaikan diri dengan rutinitas ngeblog yang baik disamping rutinitas offline wajib dilakoni, dan yang jelas masih harus banyak belajar nulis yang baik, hehe&#8230;.  Oke, postingan kali ini adalah semacam catatan saya dalam proses belajar mengajar (PBM) <a href="http://ruangkelassuyono.com/seni-rupa/apa-seni-rupa/" target="_self">seni rupa</a> dengan materi pokok ”Merancang Karya Seni Kriya Tekstil”,<span id="more-190"></span> materi ini termasuk dalam kompetensi dasar no. 2 kelas VIII.  Rekan sekalian, karya seni kriya tekstil ditinjau dari segi fungsi termasuk karya <a href="http://ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/seni-rupa-terapan/" target="_blank">seni rupa terapan</a>. Bentuk dan coraknya sangat beragam. Nusantara kaya sekali dengan beragam jenis dan corak tekstil, beberapa bisa disebut : kain batik, kain songket, kain tapis, kain tenun ikat, dan masih banyak lagi&#8230;.  Kembali ke pokok bahasan, dalam kompetensi dasar ini siswa melakukan kegiatan merancang / mendesain sebuah pola motif batik, indikator ketercapaiannya adalah membuat rancangan pola motif batik berdasarkan ragam hias seni Nusantara. Jadi, dalam proses belajar mengajar siswa melaksanakan praktik membuat sebuah rancangan pola motif batik.  Sebelum lebih jauh, ada sebuah catatan yang akan saya kemukakan terlebih dahulu. Catatan ini berdasarkan pengalaman saya sebelumnya, dimana proses belajar mengajar merancang pola motif batik tampak kurang menarik minat siswa. Kemungkinan penyebabnya adalah keterbatasan siswa dalam mengekspresikan idenya.  Berdasarkan pengalaman tersebut, saya mencoba merubah strategi, alih-alih mengambil sumber referensi dari motif-motif yang sudah ada, siswa diarahkan untuk mengambil referensi benda nyata sebagai ide dasar motif mereka. Dalam pelaksanaannya saya membatasi hanya bentuk flora, dalam hal ini buah-buahan (durian, manggis dan duku) yang banyak terdapat di lingkungan sekitar siswa.  Pada proses perancangan motif, saya tetap mengharuskan siswa menerapkan prosedur perancangan pola motif batik yang umum, terutama penerapan stilasi atau penggayaan pada bentuk motif sehingga menjadi bentuk yang sederhana dan mudah diaplikasikan. Berikut ini beberapa ketentuan yang saya pakai dalam PBM ini, 1.    Ide dasar motif adalah buah durian, duku dan manggis (tiap kelas  berbeda). 2.    Gambar dibuat diatas kertas gambar ukuran A3. 3.    Ukuran gambar motif 20 x 30 cm. 4.    Rancangan motif harus melalui proses stilasi. 5.    Rancangan motif harus menampilkan bagian-bagian tumbuhan tersebut, misalnya tangkai, daun, bunga dan buah. 6.    Rancangan yang diwarnai lebih baik.  Hasil proses belajar mengajar ini dapat dilihat dari beberapa kesimpulan berikut, selama PBM tampak sebagian besar siswa antusias merancang pola motifnya masing-masing, ini mungkin karena siswa diberi kebebasan men-stilasi bentuk buah-buahan tersebut menjadi sebuah motif. Rata-rata nilai siswa baik, ini adalah imbas dari kesungguhan siswa dalam PBM ini. Terakhir, terkadang motif rancangan siswa cukup mengejutkan secara kebentukan, misalnya munculnya bentuk-bentuk stilasi dan susunan-susunan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Menurut saya, hal itu dapat terjadi karena siswa pada umumnya belum banyak terpengaruh dan terikat dengan ide atau pola tertentu, bagaimana menurut rekan sekalian&#8230;.</p>
<p>NB : Untuk melihat beberapa hasil karya motif batik siswa silahkan buka halaman <a href="http://www.ruangkelassuyono.com/gallery/" target="_self">gallery</a>.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p><a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border: 0 !important; background: transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/85756/yons/f557160c96a8be130b8b2cdc7bf4959c.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/menggambar/siswa-merancang-motif-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk, Belajar Menggaris</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-dasar/yuk-belajar-menggaris/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-dasar/yuk-belajar-menggaris/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 17:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Rupa Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[dasar seni rupa]]></category>
		<category><![CDATA[garis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Rekan sekalian, dipostingan ini saya ingin berbagi mengenai pengalaman dalam pembelajaran seni rupa, yaitu pelajaran menggaris.
Menggaris sangat mendasar dalam seni rupa, karena setiap bentuk karya seni rupa pada umumnya diawali dengan garis, coretan atau goresan garis.
Menggaris merupakan kegiatan seni rupa yang paling sederhana dan mudah, karena peralatan dan bahan yang dibutuhkan juga sangat sederhana dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_180" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-180" title="garis-gemaris" src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2009/10/Art-093-150x150.jpg" alt="garis-gemaris" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">garis-gemaris</p></div>
<p>Rekan sekalian, dipostingan ini saya ingin berbagi mengenai pengalaman dalam pembelajaran seni rupa, yaitu pelajaran menggaris.</p>
<p>Menggaris sangat mendasar dalam seni rupa, karena setiap bentuk karya seni rupa pada umumnya diawali dengan garis, coretan atau goresan garis.</p>
<p>Menggaris merupakan kegiatan seni rupa yang paling sederhana dan mudah, karena peralatan dan bahan yang dibutuhkan juga sangat sederhana dan mudah didapat, kita bisa menggunakan pensil, bisa juga ballpoint dan selembar kertas, kertas apapun bisa dipakai yang penting<span id="more-179"></span> masih ada ruang kosong tempat nanti kita mencoret atau menggoreskan garis.</p>
<p>Lalu…. Bagaimana memulai latihan menggaris? Sederhana saja, langsung saja menggaris/menorehkan garis, garis apa saja. Tapi ada baiknya mulailah dulu dengan garis yang paling sederhana, mulailah dengan garis lurus, macam-macam garis lurus, yang mendatar, vertikal, dan diagonal. Dari berbagai arah, dari kiri ke kanan atau sebaliknya, dari atas ke bawah atau sebaliknya, dari kanan atas ke kiri bawah dan yang lainnya bisa dikembangkan lagi.</p>
<p>Sebagai catatan, pada saat latihan jangan coba-coba memutar posisi kertas dengan alasan untuk hasil yang lebih rapi (siswa-siswa saya banyak yang melakukan ini sebelum saya memberi pengertian). Biarkan posisi kertas tetap seperti adanya. Mengapa? Karena latihan ini tujuan utamanya bukan untuk menghasilkan garis yang rapih, lurus dan bagus, melainkan untuk melatih kelenturan dan keluwesan tangan supaya terbiasa dan spontan dalam menggaris dan menggores. Jika kemampuan itu sudah dikuasai, akan memudahkan kita menggambar atau memvisualisasikan apapun.</p>
<p>Setelah berlatih dengan garis lurus kta dapat mencoba macam-macam garis lainnya, misalnya garis patah-patah, garis zig-zag, garis bergelombang, garis melingkar, garis spiral dan variasi lainnya.</p>
<p>Ada beberapa penekanan yang akan saya unkapkan disini,</p>
<p>Pertama : bebaslah dalam menggaris, jangan pernah berpikir takut salah, hilangkan keraguan dalam menggaris, ini berguna untuk melatih spontanitas dalam menggambar / mem-visualisasikan sesuatu.</p>
<p>Kedua : berlatihlah terus, jangan lewatkan waktu luang berlalu begitu saja, ambil pensil / ballpoint dan selembar kertas, kertas apapun biasa. Kemampuan menggambar / melukis yang baik  tidak aka didapat tanpa kemampuan menggaris yang baik, kemampuan menggaris yang baik tidak didapat hanya dengan sekali dua latihan. Tidak ada jalan pintas kecuali latihan dan latihan tapa bosan-bosan.</p>
<p>Demikian rekan sekalian sedikit tentang pembelajaran  menggaris, semoga bermanfaat, mungkin dari yang sedikit ini banyak yang terlewatkan. Jika ada, mohon lengkapi di ruang  comment.</p>
<p>Terima kasih,</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p><a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border: 0 !important; background: transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/85756/yons/f557160c96a8be130b8b2cdc7bf4959c.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-dasar/yuk-belajar-menggaris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip-prinsip Desain</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/prinsip-prinsip-desain/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/prinsip-prinsip-desain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 19:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Rupa Terapan]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Prinsip-prinsip Desain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Rekan sekalian, pada postingan terdahulu diungkapkan bahwa suatu objek publikasi (desain komunikasi visual) bisa menimbulkan kesan dan pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan hingga dimengerti oleh kita sebagai pembaca. Hal tersebut terkait dengan penerapan prinsip-prinsip desain.
Desain komunikasi visual akan berhasil dengan baik jika memperhatikan prinsip-prinsip desain, seperti keselarasan, kesebandingan, ritme, keseimbangan, dan emphasis.
Berikut ini diuraikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_157" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://ruangkelassuyono.com/"><img class="size-thumbnail wp-image-157" title="Diskomvis" src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2009/10/MyBannerMaker_Banner-150x150.jpg" alt="Diskomvis" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Diskomvis</p></div>
<p>Rekan sekalian, pada postingan terdahulu diungkapkan bahwa suatu objek publikasi (desain komunikasi visual) bisa menimbulkan kesan dan pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan hingga dimengerti oleh kita sebagai pembaca. Hal tersebut terkait dengan penerapan prinsip-prinsip desain.</p>
<p>Desain komunikasi visual akan berhasil dengan baik jika memperhatikan prinsip-prinsip desain, seperti keselarasan, kesebandingan, ritme, keseimbangan, dan emphasis.</p>
<p>Berikut ini diuraikan mengenai prinsip-prinsip desain tersebut, selamat membaca….<span id="more-147"></span></p>
<p><strong>A. </strong><strong>Keselarasan (Harmoni)</strong></p>
<p>Keselarasan merupakan prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan tatanan diantara bagian-bagian suatu karya. Keselarasan dalam desain merupakan pembentukan unsur-unsur keseimbangan, keteraturan, kesatuan, dan perpaduan yang masing-masing saling mengisi dan menimbang. Keselarasan (harmoni) bertindak sebagai faktor pengaman untuk mencapai keserasian seluruh rancangan penyajian.</p>
<p><strong>B. </strong><strong>Kesebandingan (Proporsi)</strong></p>
<p>Kesebandingan (proporsi) merupakan hubungan perbandingan antara bagian dengan bagian lain atau bagian dengan elemen keseluruhan.</p>
<p>Kesebandingan dapat dijangkau dengan menunjukkan hubungan antara:</p>
<p>1. Suatu elemen dengan elemen yang lain,</p>
<p>2. Elemen bidang/ ruang dengan dimensi bidang/ruangnya,</p>
<p>3. Dimensi bidang/ruang itu sendiri.</p>
<p>Dalam grafis komunikasi, semua unsur berperan menentukan proporsi, seperti hadirnya warna cerah yang diletakkan pada bidang/ruang sempit atau kecil.</p>
<p><strong>C. </strong><strong>Irama (<em>Ritme)</em></strong></p>
<p>Irama (ritme) dapat kita rasakan. Ritme terjadi karena adanya pengulangan pada bidang/ruang yang menyebabkan kita dapat merasakan adanya perakan, getaran, atau perpindahan dari unsur satu ke unsur lain. Gerak dan pengulangan tersebut mengajak mata mengikuti arah gerakan yang terjadi pada sebuah karya.</p>
<p><strong>D. </strong><strong>Keseimbangan (Balance)</strong></p>
<p>Tujuan utama sebuah karya diskomvis adalah menarik dilihat. Disain komunikasi visual  sebagai media komunikasi yang bertujuan untuk mentransfer informasi secara jelas sekaligus estetis memerlukan keadaan keseimbangan pada unsur-unsur yang ada di dalamnya.</p>
<p>Bentuk keseimbangan yang sederhana adalah keseimbangan simetris yang terkesan resmi atau formal, sedangkan keseimbangan asimetris terkesan informal dan lebih dinamis.</p>
<p>Keseimbangan dipengaruhi berbagai faktor, antara lain faktor tempat posisi suatu elemen, perpaduan antar elemen, besar kecilnya elemen, dan kehadiran lemen pada luasnya bidang.</p>
<p>Keseimbangan akan terjadi bila elemen-elemen ditempatkan dan disusun dengan rasa serasi atau sepadan. Dengan kata lain bila bobot elemen-elemen itu setelah disusun memberi kesan mantap dan tepat pada tempatnya.</p>
<p><strong>E. </strong><strong>Penekanan (<em>Emphasis)</em></strong></p>
<p>Dalam setiap bentuk komunikasi ada beberapa bahan atau gagasan yang lebih perlu ditampilkan dari pada yang lain. Tujuan utama dalam pemberian penekanan (emphasis) adalah untuk mengarahkan pandangan pembaca pada suatu yang ditonjolkan. Emphasis dapat dicapai misalnya mengganti ukuran, bentuk, irama dan arah dari unsur-unsur karya desain.</p>
<p>Dalam penciptaan desain tidak seharusnya elemen yang ada menonjol semuanya, dalam artian sama kuatnya, sehingga terlihat ramai dan informasi atau apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan akan menjadi tidak jelas. Tampilnya emphasis merupakan strategi komunikasi.</p>
<p>Demikian uraian singkat mengenai prinsip-prinsip desain dalam perancangan Desain Komunikasi Visual khususnya. Tulisan ini saya sarikan dari buku sekolah elektronik  Teknik Grafis Komunikasi untuk SMK karangan Pujiyanto. Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: left;">Salam Hangat,<br />
<a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border: 0 !important; background: transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/85756/yons/f557160c96a8be130b8b2cdc7bf4959c.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/prinsip-prinsip-desain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desain Komunikasi Visual</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/desain-komunikasi-visual/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/desain-komunikasi-visual/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 04:57:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Rupa Terapan]]></category>
		<category><![CDATA[Desain grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Desain komunikasi visual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Rekan sekalian, berikut ini saya posting sedikit tulisan mengenai &#8220;Desain Komunukasi Visual&#8221; atau sering disingkat &#8220;DISKOMVIS&#8221;, atau dalam istilah lama disebut &#8220;Desain Grafis&#8221;, yang merupakan salah satu bentuk seni rupa terapan.  Selamat membaca, semoga bermanfaat&#8230;.
Defenisi 
Disain komunikasi visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi, ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_115" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-115" title="iklan Erasmic" src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2009/10/iklanStar_13-150x150.jpg" alt="iklan Erasmic" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">iklan Erasmic</p></div>
<p>Rekan sekalian, berikut ini saya posting sedikit tulisan mengenai &#8220;Desain Komunukasi Visual&#8221; atau sering disingkat &#8220;DISKOMVIS&#8221;, atau dalam istilah lama disebut &#8220;Desain Grafis&#8221;, yang merupakan salah satu bentuk <a href="http://ruangkelassuyono.com/2009/09/06/seni-rupa-terapan/" target="_self">seni rupa terapan</a>.  Selamat membaca, semoga bermanfaat&#8230;.</p>
<p><strong>Defenisi </strong></p>
<p>Disain komunikasi visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi, ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen diskomvis berupa bentuk gambar, huruf, warna serta tata letaknya sehingga <span id="more-113"></span>pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya.</p>
<p><strong>Unsur – unsur disain <strong> </strong></strong></p>
<p>1.   Garis      (line)</p>
<p>2.  Bentuk      (shape) :</p>
<ul>
<li> Huruf (character)</li>
</ul>
<ul>
<li> Simbol (symbol)</li>
</ul>
<ul>
<li> Bentuk nyata (form)</li>
</ul>
<p>3.  Warna      (colour)</p>
<p>4.  Tekstur      (texture)</p>
<p>5.  Ruang      (space)</p>
<p>6.  Ukuran      (size)</p>
<p><strong>Apakah garis itu ?</strong></p>
<p>Garis adalah unsur disain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lainnya, sehingga bisa benbentuk gambar garis lengkung atau lurus. Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi disain.</p>
<p><strong>Apakah bentuk ?</strong></p>
<p>Bentuk adalah segala hal yang memiliki dimensi tinggi dan lebar. Betuk dasar yang dikenal antara lain kotak, lingkaran dan segi tiga.</p>
<p>Dalam diskomvis, bentuk dapat juga dikategorikan menjadi tiga, yaitui :</p>
<ul>
<li> Huruf (character)</li>
</ul>
<ul>
<li> Simbol (symbol)</li>
</ul>
<ul>
<li> Bentuk nyata (form)</li>
</ul>
<p><strong>Apa itu tekstur ?</strong></p>
<p>Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba.</p>
<p><strong>Apakah ruang ?</strong></p>
<p>Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada praktek disain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika disain. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu objek (figur) dan latar belakang (background)</p>
<p><strong>Apakah ukuran itu?</strong></p>
<p>Ukuran adalah unsur lain dalam disain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu objek. Dengan menggunakan unsur ini anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada objek disain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.</p>
<p><strong>Prinsip – prinsip Disain</strong></p>
<p>Mengapa suatu objek publikasi bisa menimbulkan kesan dan pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan hingga dimengerti oleh kita sebagai pembaca&#8230;. Itulah yang akan dibahas melalui prinsip-prinsip desain dan mengenai prinsip-prinsip desain akan dibahas pada postingan berikut.</p>
<p>Salam hangat,<br />
<a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border: 0 !important; background: transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/85756/yons/f557160c96a8be130b8b2cdc7bf4959c.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/desain-komunikasi-visual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lukisan Cat Minyak</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-murni/lukisan-cat-minyak/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-murni/lukisan-cat-minyak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 18:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Rupa Murni]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan cat minyak]]></category>
		<category><![CDATA[Oil Paintings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Rekan sekalian berikut ini saya ketengahkan sebuah artikel tentang lukisan cat minyak yang saya ambil dari Ezine Articles, ditulis oleh Gayathri Sekar, artikel ini judul aslinya “Oil Paintings”.
Selamat membaca dan semoga bermanfaat….
Paintings tend to be the most beautiful creation of man, which has the power to exert a pull on the spectator. Oil paintings are [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_111" class="wp-caption alignleft" style="width: 139px"><img class="size-full wp-image-111" title="Cat Minyak" src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2009/10/tools.jpg" alt="Lukisan Cat Minyak" width="129" height="101" /><p class="wp-caption-text">Cat Minyak</p></div>
<p>Rekan sekalian berikut ini saya ketengahkan sebuah artikel tentang lukisan cat minyak yang saya ambil dari <a href="http://ezinearticles.com/?id=202903&amp;opt=print" target="_blank">Ezine Articles</a>, ditulis oleh <strong>Gayathri Sekar</strong>, artikel ini judul aslinya “Oil Paintings”.</p>
<p>Selamat membaca dan semoga bermanfaat….</p>
<p>Paintings tend to be the most beautiful creation of man, which has the power to exert a pull on the spectator. Oil paintings are beautiful art forms, and these antique elements continue to mark their stand through generations.</p>
<p>Why oil painting?</p>
<p><span id="more-108"></span></p>
<p>The great painters and the artists of the past chose to work on oil paintings because it rendered a very realistic output. The paintings differed from those produced by water colors, because the oil paintings looked very rich and attractive.</p>
<p>Oil paintings originated during the middle ages, when the requirement for waterproof painting was at the peak. Great artists opted for oil paintings because of their durability and long lasting resistance. Thanks to those great men because of the usage of oil paints only, we are able to enjoy the stupendous collection of various artists.</p>
<p>The hard work consumed by the oil paintings!</p>
<p>Behind the beauty of oil paintings is the hard labor of the artist. A classical work may take several weeks to months to be completed. Color pigments and binders are the constituents of the oil paints. Linseed oils, poppy seed oils, safflower oils and walnut oils are the oils to be mixed with the pigments. Brushes made up of different fibers are used to paint. Oil painting is said to consume a lot of work because it does not dry up easily, and if the artists wants to paint in layers, he must wait for the paints to dry at each level which may devour a week. The oils employed would dry at their own pace. The artist will be able to make changes during the dry period of the painting, which is impossible in water paintings. Oil paintings do no dry through evaporation, they have to be oxidized. And then these paints are varnished after six months or a year. Some art conservators consider an oil painting to be dry only after its 60-80 years old.</p>
<p>Oil paintings reached the pinnacle during the renaissance, where artists began to select wooden panels as their base medium. They would stretch their canvas over the wooden panel. Artists used a variety of brushes to produce different kinds of unique effects, knives and blades were also used. Some artists painted with their fingers too.</p>
<p>Oil paintings today</p>
<p>Oil painting is an astonishing art form and even today there are many artists who work fabulously on oil paints. But now there are more sophisticated tools to produce oil paintings such as water miscible oil paints. These paints can be thinned and cleaned up with water rather than using the turpentine. Earlier turpentine was used as a cleaner in oil paintings. These water miscible oil paints reduce the deep odor of toxic chemicals. Those days artist coated a blended mixture on the canvas before they started painting, this was done to protect the canvas from the toxic nature of the paints. But now all these safety measures are less required.</p>
<p>Rekan sekalian dapat melihat sumber asli artikel <a href="http://ezinearticles.com/?id=202903&amp;opt=print" target="_blank">ini di sini</a>.</p>
<p>Salam hangat,<br />
<a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border: 0 !important; background: transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/85756/yons/f557160c96a8be130b8b2cdc7bf4959c.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-murni/lukisan-cat-minyak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Seni Rupa?</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa/apa-seni-rupa/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa/apa-seni-rupa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 15:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Rekan sekalian, berikut ini akan saya ketengahkan pengertian seni rupa yang saya ambil dari Wikipedia.
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_95" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-95" title="karya Seni Rupa" src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2009/09/Colored-Light-296-150x150.jpg" alt="colored light" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Karya Seni Rupa</p></div>
<p>Rekan sekalian, berikut ini akan saya ketengahkan pengertian seni rupa yang saya ambil dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa" target="_blank">Wikipedia</a>.</p>
<p>Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.</p>
<p>Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori,<span id="more-80"></span> yaitu <a href="http://ruangkelassuyono.com/category/seni-rupa-murni/" target="_self">seni rupa murni</a> atau seni murni, <a href="http://ruangkelassuyono.com/category/seni-rupa-terapan/" target="_self">kriya, dan desain</a>. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.</p>
<p>Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.</p>
<p>Demikian sekelumit pengertian seni rupa, semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam Hangat,<br />
<a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border: 0 !important; background: transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/85756/yons/f557160c96a8be130b8b2cdc7bf4959c.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa/apa-seni-rupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran Seni Rupa di Sekolah</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/pameran/pameran-seni-rupa-di-sekolah/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/pameran/pameran-seni-rupa-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 06:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pameran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni, tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya, dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa.
Rekan sekalian, berikut ini sedikit uraian mengenai pelaksanaan pameran seni rupa di sekolah
1. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas      atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-64" title="Pameran-Landscape, oil on canvas" src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2009/09/DSCN6709-150x150.jpg" alt="Pameran-Landscape, oil on canvas" width="150" height="150" /></strong>Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni, tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya, dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya <a href="http://ruangkelassuyono.com/2009/09/22/apa-seni-rupa/" target="_self">seni rupa</a>.</p>
<p>Rekan sekalian, berikut ini sedikit uraian mengenai pelaksanaan pameran seni rupa di sekolah</p>
<p><strong>1. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas      atau di Sekolah</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan, karena<span id="more-58"></span> kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa, seniman, pengamat seni rupa, maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya.</p>
<p>Melalui pameran, seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat, dinilai, dikagumi, atau dikritik.  <strong> </strong></p>
<p><strong>2. Jenis-Jenis Pameran</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan, dibedakan menjadi dua, yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. Pameran homogen, artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan lain sebagainya.</p>
<p>Pameran heterogen, artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa, misalnya pameran seni kriya, pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.</p>
<p>Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah, biasanya merupakan pameran heterogen, karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan, patung, ukiran, keramik, karya kerajinan, dan karya seni rupa lainnya.</p>
<p>Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil, pameran dapat dibedakan ke dalam :</p>
<p>a.Pameran perorangan atau pameran tunggal</p>
<p>b.Pameran kelompok, baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater, kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya.</p>
<p><strong>3. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>a)      Meningkatkan kemampuan berkarya</p>
<p>Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah, dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya.</p>
<p>b)      Dapat melakukan penilaian / evaluasi</p>
<p>Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor.</p>
<p>Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut.</p>
<p>c)      Sebagai sarana apresiasi dan hiburan</p>
<p>Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi, kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan, pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan.</p>
<p>Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif.</p>
<p>Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati, merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya.</p>
<p>d)      Melatih siswa untuk bermasyarakat</p>
<p>Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah, mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk menghargai pendapat orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya.</p>
<p><strong>4. Syarat-syarat Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Kelas atau di Sekolah</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah, ada beberapa hal yang harus dikerjakan, yaitu :</p>
<p>a. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan</p>
<p>b. Membentuk kepanitiaan pameran</p>
<p>c. Menyusun proposal pameran</p>
<p>d. Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran</p>
<p>e. Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran</p>
<p>f. Menata karya-karya yang akan dipamerkan</p>
<p>Bagaimana rekan sekalian&#8230;.</p>
<p>Salam Hangat,<br />
<a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border: 0 !important; background: transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/85756/yons/f557160c96a8be130b8b2cdc7bf4959c.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/pameran/pameran-seni-rupa-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seni Rupa Terapan</title>
		<link>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/seni-rupa-terapan/</link>
		<comments>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/seni-rupa-terapan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 16:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Rupa Terapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangkelassuyono.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[SENI RUPA TERAPAN adalah karya seni rupa yang memiliki fungsi praktis meliputi kriya/kerajinan/craft dan desain.
KRIYA / KERAJINAN / CRAFT :

Adalah salah satu bentuk seni rupa terapan, dimana aspek fungsionalitasnya terletak pada fungsi hiasnya yang paling utama, walaupun terkadang ada juga benda-benda kriya/kerajinan memiliki fungsi pakai.
MACAM – MACAM KRIYA (ditinjau dari segi bahan) :

 Kriya logam


 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_97" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-97" title="Karya Desain" src="http://ruangkelassuyono.com/wp-content/uploads/2009/09/Copy-of-DSCN6830-150x150.jpg" alt="Karya Desain" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Karya Desain</p></div>
<p><strong>SENI RUPA TERAPAN</strong> adalah karya <a href="http://ruangkelassuyono.com/2009/09/22/apa-seni-rupa/" target="_self">seni rupa</a> yang memiliki fungsi praktis meliputi <strong>kriya/kerajinan/craft</strong> dan <strong>desain</strong>.</p>
<p><strong>KRIYA / KERAJINAN / CRAFT :<br />
</strong></p>
<p>Adalah salah satu bentuk seni rupa terapan, dimana aspek fungsionalitasnya terletak pada fungsi hiasnya yang paling utama, walaupun terkadang<span id="more-21"></span> ada juga benda-benda kriya/kerajinan memiliki fungsi pakai.</p>
<p><strong>MACAM – MACAM KRIYA (ditinjau dari segi bahan) :</strong></p>
<ul>
<li> Kriya logam</li>
</ul>
<ul>
<li> Kriya kayu</li>
</ul>
<ul>
<li> Kriya kulit</li>
<li> Dll.</li>
</ul>
<p><strong>DISAIN</strong></p>
<p>Adalah bentuk seni rupa terapan yang keberadaannya sebagai upaya untuk memecahkan kebutuhan manusia dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari, baik sebagai benda pakai, alat bantu, bangunan tempat hunian, dll.</p>
<p><strong>MACAM – MACAM DISAIN :</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://ruangkelassuyono.com/2009/10/16/desain-komunikasi-visual/" target="_self">Disain Komunikasi Visual (diskomvis)</a></li>
</ul>
<ul>
<li> Disain Produk Industri</li>
</ul>
<ul>
<li>Disain Arsitektur</li>
</ul>
<ul>
<li>Disain Interior</li>
</ul>
<ul>
<li>Disain Tekstil</li>
</ul>
<p>Semoga Bermanfaat&#8230;.</p>
<p>Salam Hangat<br />
<a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"><img style="border: 0 !important; background: transparent;" src="http://signatures.mylivesignature.com/85756/yons/f557160c96a8be130b8b2cdc7bf4959c.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ruangkelassuyono.com/seni-rupa-terapan/seni-rupa-terapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
