Siswa Merancang Motif Batik
Posted on | December 1, 2009 | 2 Comments
Motif Batik Karya Siswa
Rekan sekalian, satu bulan lebih berlalu semenjak postingan terakhir di blog ini. Cukup lama untuk ukuran sebuah blog yang mestinya harus selalu diupdate. Maklum, masih harus terus menyesuaikan diri dengan rutinitas ngeblog yang baik disamping rutinitas offline wajib dilakoni, dan yang jelas masih harus banyak belajar nulis yang baik, hehe…. Oke, postingan kali ini adalah semacam catatan saya dalam proses belajar mengajar (PBM) seni rupa dengan materi pokok ”Merancang Karya Seni Kriya Tekstil”, materi ini termasuk dalam kompetensi dasar no. 2 kelas VIII. Rekan sekalian, karya seni kriya tekstil ditinjau dari segi fungsi termasuk karya seni rupa terapan. Bentuk dan coraknya sangat beragam. Nusantara kaya sekali dengan beragam jenis dan corak tekstil, beberapa bisa disebut : kain batik, kain songket, kain tapis, kain tenun ikat, dan masih banyak lagi…. Kembali ke pokok bahasan, dalam kompetensi dasar ini siswa melakukan kegiatan merancang / mendesain sebuah pola motif batik, indikator ketercapaiannya adalah membuat rancangan pola motif batik berdasarkan ragam hias seni Nusantara. Jadi, dalam proses belajar mengajar siswa melaksanakan praktik membuat sebuah rancangan pola motif batik. Sebelum lebih jauh, ada sebuah catatan yang akan saya kemukakan terlebih dahulu. Catatan ini berdasarkan pengalaman saya sebelumnya, dimana proses belajar mengajar merancang pola motif batik tampak kurang menarik minat siswa. Kemungkinan penyebabnya adalah keterbatasan siswa dalam mengekspresikan idenya. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya mencoba merubah strategi, alih-alih mengambil sumber referensi dari motif-motif yang sudah ada, siswa diarahkan untuk mengambil referensi benda nyata sebagai ide dasar motif mereka. Dalam pelaksanaannya saya membatasi hanya bentuk flora, dalam hal ini buah-buahan (durian, manggis dan duku) yang banyak terdapat di lingkungan sekitar siswa. Pada proses perancangan motif, saya tetap mengharuskan siswa menerapkan prosedur perancangan pola motif batik yang umum, terutama penerapan stilasi atau penggayaan pada bentuk motif sehingga menjadi bentuk yang sederhana dan mudah diaplikasikan. Berikut ini beberapa ketentuan yang saya pakai dalam PBM ini, 1. Ide dasar motif adalah buah durian, duku dan manggis (tiap kelas berbeda). 2. Gambar dibuat diatas kertas gambar ukuran A3. 3. Ukuran gambar motif 20 x 30 cm. 4. Rancangan motif harus melalui proses stilasi. 5. Rancangan motif harus menampilkan bagian-bagian tumbuhan tersebut, misalnya tangkai, daun, bunga dan buah. 6. Rancangan yang diwarnai lebih baik. Hasil proses belajar mengajar ini dapat dilihat dari beberapa kesimpulan berikut, selama PBM tampak sebagian besar siswa antusias merancang pola motifnya masing-masing, ini mungkin karena siswa diberi kebebasan men-stilasi bentuk buah-buahan tersebut menjadi sebuah motif. Rata-rata nilai siswa baik, ini adalah imbas dari kesungguhan siswa dalam PBM ini. Terakhir, terkadang motif rancangan siswa cukup mengejutkan secara kebentukan, misalnya munculnya bentuk-bentuk stilasi dan susunan-susunan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Menurut saya, hal itu dapat terjadi karena siswa pada umumnya belum banyak terpengaruh dan terikat dengan ide atau pola tertentu, bagaimana menurut rekan sekalian….
Salam hangat,
Comments
2 Responses to “Siswa Merancang Motif Batik”
Leave a Reply













December 13th, 2009 @ 4:55 pm
untung kita masih punya anak bangsa yang peduli seni budaya asli seperti bapak
sip pak…kita harus berjuang terus
[Reply]
suyono Reply:
December 13th, 2009 at 5:25 pm
@budies: Trima kasih Pak atas apresiasinya….
Hanya sekedar catatan kecil di ruang kelas Pak, syukur jika usaha kecil ini dapat memberikan kontribusi untuk semua.
Berjuang terus…., Setuju dengan Pak Budies.
Trima kasih sudah mampir.
[Reply]