Ruang Kelas Suyono

Informasi, Pengetahuan dan Pembelajaran Seni Rupa di Kelas

Prinsip-prinsip Desain

Posted on | October 22, 2009 | 9 Comments

Diskomvis

Diskomvis

Rekan sekalian, pada postingan terdahulu diungkapkan bahwa suatu objek publikasi (desain komunikasi visual) bisa menimbulkan kesan dan pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan hingga dimengerti oleh kita sebagai pembaca. Hal tersebut terkait dengan penerapan prinsip-prinsip desain.

Desain komunikasi visual akan berhasil dengan baik jika memperhatikan prinsip-prinsip desain, seperti keselarasan, kesebandingan, ritme, keseimbangan, dan emphasis.

Berikut ini diuraikan mengenai prinsip-prinsip desain tersebut, selamat membaca….

A. Keselarasan (Harmoni)

Keselarasan merupakan prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan tatanan diantara bagian-bagian suatu karya. Keselarasan dalam desain merupakan pembentukan unsur-unsur keseimbangan, keteraturan, kesatuan, dan perpaduan yang masing-masing saling mengisi dan menimbang. Keselarasan (harmoni) bertindak sebagai faktor pengaman untuk mencapai keserasian seluruh rancangan penyajian.

B. Kesebandingan (Proporsi)

Kesebandingan (proporsi) merupakan hubungan perbandingan antara bagian dengan bagian lain atau bagian dengan elemen keseluruhan.

Kesebandingan dapat dijangkau dengan menunjukkan hubungan antara:

1. Suatu elemen dengan elemen yang lain,

2. Elemen bidang/ ruang dengan dimensi bidang/ruangnya,

3. Dimensi bidang/ruang itu sendiri.

Dalam grafis komunikasi, semua unsur berperan menentukan proporsi, seperti hadirnya warna cerah yang diletakkan pada bidang/ruang sempit atau kecil.

C. Irama (Ritme)

Irama (ritme) dapat kita rasakan. Ritme terjadi karena adanya pengulangan pada bidang/ruang yang menyebabkan kita dapat merasakan adanya perakan, getaran, atau perpindahan dari unsur satu ke unsur lain. Gerak dan pengulangan tersebut mengajak mata mengikuti arah gerakan yang terjadi pada sebuah karya.

D. Keseimbangan (Balance)

Tujuan utama sebuah karya diskomvis adalah menarik dilihat. Disain komunikasi visual  sebagai media komunikasi yang bertujuan untuk mentransfer informasi secara jelas sekaligus estetis memerlukan keadaan keseimbangan pada unsur-unsur yang ada di dalamnya.

Bentuk keseimbangan yang sederhana adalah keseimbangan simetris yang terkesan resmi atau formal, sedangkan keseimbangan asimetris terkesan informal dan lebih dinamis.

Keseimbangan dipengaruhi berbagai faktor, antara lain faktor tempat posisi suatu elemen, perpaduan antar elemen, besar kecilnya elemen, dan kehadiran lemen pada luasnya bidang.

Keseimbangan akan terjadi bila elemen-elemen ditempatkan dan disusun dengan rasa serasi atau sepadan. Dengan kata lain bila bobot elemen-elemen itu setelah disusun memberi kesan mantap dan tepat pada tempatnya.

E. Penekanan (Emphasis)

Dalam setiap bentuk komunikasi ada beberapa bahan atau gagasan yang lebih perlu ditampilkan dari pada yang lain. Tujuan utama dalam pemberian penekanan (emphasis) adalah untuk mengarahkan pandangan pembaca pada suatu yang ditonjolkan. Emphasis dapat dicapai misalnya mengganti ukuran, bentuk, irama dan arah dari unsur-unsur karya desain.

Dalam penciptaan desain tidak seharusnya elemen yang ada menonjol semuanya, dalam artian sama kuatnya, sehingga terlihat ramai dan informasi atau apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan akan menjadi tidak jelas. Tampilnya emphasis merupakan strategi komunikasi.

Demikian uraian singkat mengenai prinsip-prinsip desain dalam perancangan Desain Komunikasi Visual khususnya. Tulisan ini saya sarikan dari buku sekolah elektronik Teknik Grafis Komunikasi untuk SMK karangan Pujiyanto. Semoga bermanfaat.

Salam Hangat,

Comments

9 Responses to “Prinsip-prinsip Desain”

  1. budies
    October 23rd, 2009 @ 2:37 pm

    wah sebenarnya saya senang sekali kalau ada yang ngajari saya menggambar

    [Reply]

  2. suyono
    October 23rd, 2009 @ 4:44 pm

    Silahkan saja Pak, dengan senang hati kalau mau belajar nggambar, sering-sering mampir Pak, gembira sekali saya kalau apa yang saya sajikan bermanfaat untuk semua.

    [Reply]

  3. mashengky.com
    October 30th, 2009 @ 1:18 am

    banner vcc indonesia bikin di mas yudi acro.. pertanyaan saya, bagus mana antara flash dan non flash?

    [Reply]

  4. suyono
    October 30th, 2009 @ 2:22 am

    @mashengky.com: Wah… senang sekali dikunjungi Mas Hengky nih.
    Sory Mas, saya belum bisa membandingkan, soale saya masih buta soal flash, saya sudah pernah coba-coba pake photoshop tapi masih belajar juga kok. Saya rasa Mas Hengky lebih taulah tentang ini.
    Skali lagi, trims atas kunjungannya Mas.

    [Reply]

  5. blogpopuler
    November 5th, 2009 @ 6:28 am

    Cocok banget buat yang sering mendesain.
    Kalau saya mendesain sesuatu nggak memperhatikan prinsip seperti diatas, asal desian aja.Trim mas infonya

    [Reply]

  6. suyono
    November 5th, 2009 @ 12:38 pm

    @blogpopuler : Terima kasih banyak atas apresiasi positifnya Mas.
    Wah, justru yang begitu biasanya hasil karyanya top Mas, mengapa…. karena tidak terikat pada prinsip ato teknik tertentu. Karyanya akan keluar dari hatinya yang paling dalam dan menjelma menjadi ekspresi yang asli dan unik Mas. Trim Mas kunjungan yang membahagiakan ini.

    [Reply]

  7. yonsonline
    March 24th, 2010 @ 4:33 am

    blogwalking

    [Reply]

  8. alisnaik
    August 16th, 2010 @ 11:33 pm

    terima kasih atas uraiannya.

    rencananya mau saya gunakan untuk referensi laporan :D

    [Reply]

    suyono Reply:

    Makasih kembali Mas alisnaik, senang sekali kalo apa yang ada di blog ini bisa membantu…. good luck…

    [Reply]

Leave a Reply





CommentLuv Enabled



  • Terimakasih Buat :

  • Link Teman

  • Sekolah Kami

  • Aku dan keluarga


  • Absensi

    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x
  • Pintu Kelas


  • what is my ip address?
  • Upload and Share


    Join 4Shared Now!
  • Keadaan Kelas


  • 24
    Unique
    Visitors
    Powered By Google Analytics
  • Spam Terblokir

  • SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline